Pajak untuk Anggaran Belanja Negara

Pada tanggal 11 Agustus 2017, Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia memaparkan mengenai APBN Negara Indonesia dengan sumber penerimaan dari pajak dan anggaran belanja. Perlu dipikirkan bahwa anda akan menjadi asset atau beban. Pajak diberlakukan kepada orang yang telah produktif untuk mengembangkan aset yang akan menanggung beban orang yang belum produktif. Kata produktif disini menjadi hal yang sangat difikirkan oleh pemerintah di Indonesia. Karena untuk menjadi produktif harus ada sumber daya manusia yang berkualitas dan tempat untuk bekerja. Pertama, untuk meningkatkan sumber daya manusia perlu ditingkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan Infrastruktur yang memadai. Hal ini diterjemahkan oleh Bu Sri Mulyani menjadi dana pendidikan dan dana pembangunan yang sedang digencarkan oleh Bapak Presiden Jokowi. Setelah orde baru, anggaran untuk pendidikan tetap dijaga 20% dari APBN. Target SDM semakin digencarkan karena di masa depan Indonesia akan menjadi 5 Negara terbesar dengan 80% kelas menengah dimana pelajar adalah ekslusif. Simpelnya kelas menengah adalah makan pagi di rumah, makan siang di luar dan makan malam di rumah, dan sudah memikirkan hari sabtu minggu mau keluar kemana.

Ketika berbicara mengenai APBN maka yang perlu kita lihat bukanlah dirjen pajak namun ke panitia anggaran yang terdiri dari dirjen anggaran dan juga badan anggaran dari DPR yang dipimpin oleh Bapak Aziz. Tidak cukup dengan anggaran pendidikan saja yang harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur, karena Mahasiswa tidak selamanya menjadi beban, bagaimana Negara ini yang sudah berinvestasi 20% pada pendidikan dapat mengkapitalisasi pelajar menjadi aset dan pembayar pajak yang taat. Ketika penduduk masih pelajar, maka tanggungan pajak menjadi tanggung jawab orang tuanya. Kalau dilihat dari trend data, penduduk Indonesia kurang dalam hal membaca.

Ketika orang bilang hidup di Norwegia itu enak dengan segala fasilitas publiknya itu jangan dilihat secara kasat mata karena penduduk membayar 50% pajak. Jadi yang menanggung kesenangannya adalah orang lain. Ketika orang membayar pajak itu seperti hal nya investor yang berinvestasi, seperti halnya investasi pada saham yang berharap mendapatkan return untuk kehidupan yang lebih baik. Ketika membayar pajak, orang mempunyai rasa memiliki terhadap Negara Indonesia. Penduduk berhak dan harus menuntut untuk mendapatkan pelayanan publik yang bagus.

 

Comments are closed.